Laman

Rabu, 18 Juli 2012

kehidupan

mempertahankan memang begitu sulit, ketika cobaan demi cobaaan terus menghampiri dan menghiasi setiap cerita dalam setiap nafas yang biverikan. bukan berati tak mensyukuri dengan apa yang telah terjadi, yang menghiasi setiap goresan yag ada, baik itu senang maupun pahitnya kehidupan yag terkadang tak sanggup untuk meghadapi kenyataan. mengakui bahwa sejuta kenangan itu merupakan pengalaman berharga dalam kehidupan, tak ingin selalu jatuh pada lubang yang sama, dan tak ingin pula meninggalkan kenanga yang pernah ada. mungkin hanya semangat yang akan menuntut diri untuk menghadapi semua perjalanan ini, hanya DIA ya hanya PADA NYA mengembalikan semua cerita ini. kini mungkin belum saatnya membicarakan semuanya, haya berupa harapan dan rencana yang telah dipersiapka, bagaikan derasnya air di sungai ataupun ombak yang bergelombang besar, ya seperti itulah waktu yang kini di jalani. tak ada kata yang sempat terucap selain SYUKUR, bukan keinginan mereka dan bukan pula harapan mereka untuk seperti ini, namun ini lah real of life yang menuntun setiap orang untuk siap menghadapi semuanya! "garis merah yang menjadi batasan yang ada, seakan siap untuk menjadi pemandu bagi pelari melangkah dan terus melangkah mengejar kemenangan yang terus menantang di ujung jaan, terhenyak untuk terhenti dengan nafas yang terengah-engah, tapi semua sirna ketika pungung-punggung itu mengejar dan terus mengejar ingin rasanya keluar dari peredaran yang ada, melepaskan semua letih yang ada, demi kemenangan apalah arti sebuah pelarian, jika tak ingin menjadi pecundang sejati kini, tunggu dan tunggu lah kemenangan itu akan ku persiapkan untuk mu jika memang kau menanti ku di ujung garis kemaagan itu!" semua tak ada kata terlambat, semua juga tak ada yang sia-sia